Ya, di zaman modern ini, berbagai konsep desain mundur kembali ke konsep “dasar” atau yang kita namakan desain minimalis. Dalam arti ini, desain tidak lagi terlihat ramai. Brosur atau flyer tidak penuh dengan dekorasi-dekorasi yang terkadang tidak perlu. Konsep minimalis sedang gencar-gencarnya dipasarkan.

Anda mungkin sering mendengar atau melihat rumah-rumah minimalis. Itu cukup membuktikan bahwa konsep minimalis digunakan tidak hanya dunia desain grafis tapi begitu pula dengan arsitektur dan desain interior.

Kali ini, saya ingin mengajak Anda untuk “back to basic”. Dalam dunia desain grafis, prinsip sederhana bukan berarti kurang. Malah tampilan sederhana bisa sebaliknya, dan lebih baik lagi, bisa membuat hasil penjualan meroket.

โ€œDesain minimalisโ€ yang muncul di blog A2591 lebih tampak seperti hasil dari latihan desain yang santai dibandingkan desain formal. Ini dikarenakan desainer-desainer mengembalikan tampilan desain yang sudah tidak asing lagi ke tampilan yang lebih sederhana. Hal ini dilakukan dengan mengurangi penggunaan warna dan grafis secara dramatis dan dalam 3 tahap.

kemasan produk

Beberapa kemasan terlihat jauh lebih tajam ketika dibuat sesederhana mungkin; beberapa fitur dari kemasan dikurangi sampai mereka tidak bisa dikenali lagi, karena tidak ada gambar susu atau buah-buahan.

Produk diatas terlihat seperti datang dari supermarket fantasi yang dilindungi secara eksklusif oleh desainer-desainer. Tapi, setelah menelaah berita mengenai pengubahan desain merek akhir-akhir ini, trend desain minimalis ternyata menerobos pasar lebih cepat dari yang kita kira.

Anda ingat saat kemasan Pepsi punya desain baru? Penggantian desain itu sempat diwarnai kehebohan. Tapi dibanding dengan desain-desain lamanya bertahun-tahun lalu, desain pepsi yang sekarang memiliki konsep yang lebih efisien dan blak blakan, ibaratnya desain minimalis. Jadi, kalau Anda masuk ke lorong minuman soda di supermarket, kemasan-kemasan kaleng pepsi berwarna biru tajam dan perak pasti paling menonjol.

Method, perusahaan sabun dan pembersih yang ramah lingkungan, selalu berusaha membuat kemasan terlihat seminimalis mungkin. Kemasan yang berwarna-warni dan sederhana telah ditiru oleh beberapa perusahaan di dunia pemasaran.

Kemasan di atas hanya memiliki dua warna telah dipuji oleh berbagai pelanggan dan desainer, yang pada umumnya tidak suka kemasan yang terlalu ribet. Selain kemasan tersebut, ada lagi kemasan yang tak kalah menarik untuk ditelusuri.

desain minimalis

Bandingkan desain minimalis A2591 dengan perubahan desain logo Starbucks. Terlihat luar biasa, kan?

Bagaimana menurutmu: Akankah konsep sederhana dan minimalis ini akan bertambah di masa depan?

Catatan: GOOD bekerjasama dengan PepsiCo dalam Refresh Project

Dikutip dari: GOOD Design

 

Salam,

Ryan Gondokusumo – Founder Sribu.com


Ryan Gondokusumo

Ryan adalah founder dari Sribulancer, platform untuk mencari freelancer berkualitas dengan cepat dan tepat dan founder Sribu, platform jasa desain grafis online yang telah membantu lebih dari 2.000+ pelanggan. Spesialis UI dan UX design, team building, pengembangan produk, strategic marketing, digital marketing. Anda dapat ngobrol dengan Ryan di twitter via @redjohn_G

  • effendy

    saya mau bertanya kepada tim seribu,saat sebuah desain kemasan mngalami desain minimalis tanpa ada ny gambar2 yang mendukung produk(seperti produk corn flakes). apakah konsumen akan kebinggungan dgn produk tersebut?
    mereka tidak tau apa isi produk yang di pasarkan tersebut…
    sekian pertanyaan dari saya terima kasih

    • Biasanya produk yang menerapkan design minimalis (hanya dengan logo tidak dengan gambar seperti contoh yang ada di posting ini) sudah populer di masyarakat. Jadi butuh waktu lama bagi produsen untuk mempromosikan produknya dan membuatnya di kenal di pasaran.

      Setelah populer sekali dan produknya di konsumsi, barulah produsen akan menerapkan design minimalis pada kemasan produk. Konsumen tentu tidak akan kebingungan lagi, karena mereka tahu – hanya dengan melihat logonya saja – bahwa Corn Flakes, misalnya, adalah produk sereal. Begitu juga dengan Starbucks, Coca Cola, atau bahkan produk lokal yaitu Aqua. Dengan melihat logonya dan warna khas mereka, Anda tentu tahu produk apa saja yang mereka pasarkan bukan?

      Semoga menjawab pertanyaan Anda ๐Ÿ™‚

  • irun

    setuju admin, jika diaplikasikan kedalam produk baru dijamin lama banget lakunya mungkin tidak laku, karena konsumen tidak akan tau apa yg dipasarkan, setau saya sampe sekarang image masih pendukung penting dari sebuah desain, maaf jika salah :d

  • bobby

    hehe irit kerjaan org creative production juga nih …

  • effendy

    ok…terima kasih atas pelajaran tim SERIBU…

  • klo dr saya yg pemula dan baru belajar (otodidak)

    dunia design grafis emank lagi maju”ny dan lg trend simple & minimalis sih, dan saya jg suka consept” minimalis yg berkembang.

    tp terkadang sebagian orang/konsumen masih lebih fokus dgn design yg seabrek penuh jg ribet, dan bila d suguhkan design simple & minimalis trkadang banyak yg menolak. pdhal terkadang kita telah menjelaskan & mempresentasikan mksud dr design yg kita tawarkan dgn cermat.

    bgmn menurut anda tentang ini ?

  • suhe

    Iya, btul juga sperti kata ajir, kebanyakan orang gak ngerti dengan desain simple. Trkadang di anggap sepele krna penilaiannya “gambar gitu aja, anak tk pun bisa”, memang sih buatnya kdng2 mudah, cuma buat dapat ide yg cocok kan kadang2 bikit Kriting juga. (alasan, padahal dah kriting dari sononya, haha)..

  • MarieHiday

    berarti tergantung Tujuan dan apa mau dari Konsumen aja gan, soalnya kan kita sebagai Desainer kudu pinter-pinter menyesuaikan

    • Itu dia kata kunci-nya. Ikuti apa yang konsumen mau, not too much and not too little ๐Ÿ™‚

  • Ardias Elga Kurnia

    kalo dilihat dari contoh produk nya mereka adalah brand yg sudah lama dikenal, jadi dengan desain minimalis si sah2 saja. tapi kalo untuk produk baru dengan desain minimalis saya rasa kurang tepat untuk pemasaran, karena dengan melihat tampilan visual yang tepat, konsumen bisa mengetahui suatu produk tanpa harus membaca deskripsi produknya.

    • @ardiaselgakurnia:disqus: Tidak selalu begitu. Biasanya yang simple adalah yang menonjol karena fokus. Contohnya packaging Evian. ๐Ÿ™‚

      • Ardias Elga Kurnia

        iya juga sih..tergantung penggunaan juga kali..kalo untuk produk yang di pack dalam kardus desain minimalis tetep kurang pas kayaknya..#ngotot hehe..piss mas Ryan Gondokusumo..

        • @ardiaselgakurnia:disqus: Tidak apa-apa mas. Let’s keep the discussion rolling ๐Ÿ™‚

  • prazw

    desain minimalis memang menarik..seperti logo klub sepakbola eropa (real madrid, intermilan, ac milan, dll) yang minimalis dan mudah diingat…

    • @prazw:disqus: Sebenarnya logo-logo klub sepakbola tidak bisa dibilang minimalis, logo tersebut sudah masuk ke ukuran normal dan complicated. Biasanya minimalis lebih menggunakan warna yang terbatas dan banyak white spacenya.

      • prazw

        untuk batasan warnax apakah jika menggunakan 2 warna masih bisa dikategorikan minimalis?

  • rico

    kalo menurut saya design minimalis harus didukung karakteristik juga , dari segi bentuk,tipografi maupun warna yang khas sehingga konsumen akan sangat mudah mengingat brand tersebut .