Kesalahan dalam Landing Page
landing page

Landing page merupakan laman pertama yang dilihat oleh pengunjung ketika mereka mengakses website Anda. Untuk bisa sampai ke landing page, ada beberapa cara yang bisa mereka lakukan, mulai dari mengetikkan alamat website Anda secara langsung melalui browser, ataupun mengklik tautan yang Anda sebarkan melalui email newsletter, program afiliasi, serta iklan.

Karena landing page merupakan laman yang pertama kali diakses pengunjung, tentu saja laman ini harus dirancang sedemikian rupa, sehingga dapat menarik minat pengunjung. Ibaratnya, saat Anda pertama kali berjumpa dengan seseorang, tentunya Anda ingin tampil maksimal untuk memberikan kesan yang positif. Itu sebabnya, Anda pun perlu “mendandani” landing page Anda agar bisa membuat kesan nyaman, terpercaya, dan menjadikan pengunjung tak segan-segan berinteraksi, dan bahkan sampai bertransaksi di website Anda.

Bagaimana cara memastikan bahwa landing page Anda sudah efektif? Pada postingan blog sebelumnya, Sribu.com sudah mengetengahkan dua hal yang sering kali diabaikan oleh pemilik website, padahal cukup berperan dalam menentukan keberhasilan landing page memikat pengunjung. Pada post kali ini, Sribu akan menghadirkan tiga hal lainnya yang juga perlu menjadi perhatian para pemilik dan pengelola website. Mari simak bersama-sama.

 

Kesalahan dalam landing page
Kesalahan dalam Landing Page: No Incentive

 

1. Tidak memberikan keuntungan tambahan untuk pengunjung baru

Jika Anda mengamati hasil analisa performa landing page dari segala bentuk dan tipe iklan maupun kampanye (pay per click, SEO, banner, display radio, dan lainnya), Anda akan menyadari bahwa secara statistik, sebagian besar (bahkan mencapai 70-80%) lalu lintas website Anda tercipta dari kelompok pengunjung baru, atau pengunjung yang sebelumnya belum pernah berinteraksi dengan website Anda. Tak percaya? Coba Anda amati kembali hasil analitik website Anda.

 

Untuk itu, Anda perlu memikirkan strategi untuk membuat para pengunjung baru tersebut betah berlama-lama di website Anda, dan bahkan bisa tergerak untuk bertransaksi di dalamnya. Bagaimana caranya? Sebenarnya cukup mudah, yakni dengan iming-iming insentif.

 

Untuk website Lead Generations:

Kesalahan utama yang sering kali terjadi pada landing page website yang bersifat lead gen adalah sama sekali tidak menyediakan insentif bagi para pengunjung baru. Jangan ulangi kesalahan itu! Tawarkan cara yang mudah bagi para pengunjung untuk bisa berkomunikasi dengan Anda, saat itu juga. Cobalah giring mereka ke laman di mana mereka bisa bertanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan produk, jasa dan perusahaan Anda – DAN akan segera mendapatkan jawaban dari ahlinya. Selain itu, cobalah untuk:

–          Menghindari kalimat “Hubungi kami” – ini terlalu generik

–          Gunakan kalimat yang lebih memikat, seperti “Mulai konsultasi dengan pakar ___ sekarang juga. GRATIS. Tanpa risiko. Tanpa kewajiban.”

 

Untuk website e-commerce:

Cara mudahnya adalah, memberikan kupon atau voucher diskon. Misalnya saja, “Khusus pembeli pertama, dapatkan diskon 10% untuk produk di laman ini – hanya hari ini”. Mungkin Anda akan lantas bertanya:

–          Apakah kupon atau insentif ini akan bisa dimanfaatkan selama lebih dari sekali? Ya, mungkin saja begitu

–          Apakah mungkin kupon tersebut bisa disebarluaskan ke orang lain? Ya, kemungkinan besarnya begitu

–          Apakah peningkatan penjualan, yang ditempuh dengan berbagai cara, dapat diakui sebagai kesuksesan tambahan bagi perusahaan? Ya, berdasarkan pengalaman, hampir selalu demikian.

 

Kesalahan dalam landing page
Kesalahan pada Landing Page: No Testing

 

 

2. Tanpa pengetesan terlebih dahulu

Pemilik dan pengelola website pastinya sudah sangat sering diingatkan akan kesalahan ini, namun masih saja hal ini dianggap sepele. Kenyataannya, jika Anda tidak paham bagaimana metode pengetesan yang baik, maka Anda tidak akan pernah melakukan pengetesan, dan sebagai akibatnya, Anda akan kehilangan kesempatan besar.

 

Bentuk pengetesan di sini bisa bermacam-macam, mulai dari yang sangat sederhana, hingga yang sangat rumit dan kompleks. Sangat disarankan jika Anda berkonsultasi dengan pakar konversi atau landing page, sebelum melakukan pengetesan dengan beberapa variabel, sejumlah konversi, dan lainnya. Namun, secara sederhananya, Anda harus memiliki setidaknya dua versi landing page.

 

–          A: Versi control – Tampilkan landing page yang memuat taktik terbaik Anda selama ini

–          B: Versi variasi – Pada landing page ini, coba ubah headline, atau ganti image Anda menjadi video, atau ubah warna dan penulisan button call-to-action (CTA).

 

Selepas beberapa waktu, atau beberapa konversi yang terjadi, Anda akan mulai bisa mengenali pola landing page mana yang lebih efektif menarik minat pengunjung. Dari sana, Anda bisa mengembangkan pengetesan menjadi beberapa elemen tambahan, yang akan membantu Anda meramu “resep rahasia” landing page yang paling banyak menimbulkan atensi pengunjung website Anda.

 

Kesalahan dalam landing page
Kesalahan pada Landing Page: No thank you page

 

3. Tidak memiliki laman lanjutan yang ter-optimasi

Untuk masalah yang satu ini, ada sebuah solusi yang singkat dan sederhana: Ketika pengunjung telah berhasil dikonversi menjadi lead atau konsumen, beritahukan kepada mereka apa yang seharusnya terjadi selanjutnya – misalnya, “Perwakilan kami akan menghubungi Anda kembali dalam waktu selambatnya 1 jam”, atau “Pesanan Anda akan dikirimkan selambatnya 3×24 jam”, atau “Kami akan membalas email Anda dalam waktu maksimal 1×24 jam”. Hal lainnya, Anda juga bisa mengajak mereka untuk mengikuti Anda melalui jejaring sosial. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, Anda bisa melihat gambar di atas ini.

Jika Anda sudah memahami dan menghindari lima kesalahan umum yang sering ditemui di landing page, maka Anda hanya perlu menunggu performa website Anda meningkat. Sebagai ringkasannya, Anda sebaiknya menanyakan enam hal berikut ini.

  1. Apakah headline pada landing page Anda memiliki ketersambungan dengan pembicaraan yang Anda mulai melalui iklan yang Anda sebarkan?
  2. Apakah Anda sudah memiliki konten (dan strategi) untuk menarik perhatian semua tipe pengunjung website berdasarkan posisi mereka pada corong informasi website Anda?
  3. Apakah Anda sudah memberikan insentif tambahan bagi para pengunjung atau pembeli pertama di website Anda?
  4. Apakah Anda sudah melakukan pengujian dengan menggunakan setidaknya satu variasi desain pada landing page Anda?
  5. Apakah Anda membiarkan pengunjung Anda meninggalkan landing page tanpa popup yang dibuat berdasarkan bagian yang tengah mereka baca atau lamanya waktu ketika mereka memutuskan untuk pergi?
  6. Apakah Anda sudah mendukung optimasi landing page dengan laman lanjutan yang mengundang dan mendorong koneksi serta komunikasi lebih lanjut?

Jangan lagi anggap enteng landing page Anda, karena inilah awal perkenalan pengunjung dengan website Anda, dan tempat paling tepat untuk menjaring sebanyak-banyaknya kontak baru untuk bisa dikonversi menjadi lead dan konsumen.

Jika Anda ingin membaca artikel mengenai pengelolaan bisnis, Anda dapat mengunjungi laman Blog Sribu.com. Agar tidak ketinggalan berita terbaru, segera like Facebook kami, dan ikuti perbincang kami di Twitter. Anda juga dapat mencari tahu apa yang banyak diperbincangkan desainer dan klien lainnya mengenai Sribu.com di laman Testimonials.

Sudah siap membuat kompetisi desain Anda sendiri? Kunjungi laman Kompetisi Desain Sribu.com, dan rasakan kemudahan mempersiapkan kebutuhan desain Anda, didampingi ratusan desainer berkualitas dari Sribu.com.

 

Salam,

Ryan Gondokusumo

*Credits to: Unbounce.com


Ryan Gondokusumo

Ryan adalah founder dari Sribulancer, platform untuk mencari freelancer berkualitas dengan cepat dan tepat dan founder Sribu, platform jasa desain grafis online yang telah membantu lebih dari 2.000+ pelanggan. Spesialis UI dan UX design, team building, pengembangan produk, strategic marketing, digital marketing. Anda dapat ngobrol dengan Ryan di twitter via @redjohn_G