• Ncd

    iya ya/….
    ini mantap jaya….
    makasih banyak…

  • Jojo

    “Betapa mengerikannya jika Anda tidak bisa menjelaskan desain yang Anda buat sendiri terutama saat presentasi pada klien.” hahahaha…
    Ngapain buat logo klo ga bisa menjelaskan logo yg dibuatnya hahahha..
    Artikel-nya sangat membantu untuk desainer2 yg masih newbie 🙂

    • @18f77f21e2d4ece2f8f6f23747515baf:disqus: Betul sekali Jojo, seperti membuat sesuatu yang kita sendiri tidak paham apa yang kita buat karena tidak dapat menjelaskannya.

  • Designer

    Team sribu wajib baca Ni :p
    Banyak brief logo yg g jelas, akhirnya main tebak2kan.
    CH harus dibantu untuk membuat penjelasan yang spesifik. Brand positioning kadang udh g jelas, semua CH minta design yang exclusive, Elegant, modern, dll. Cek Penjelasan para CH 🙂 taste CH juga perlu dipertimbangkan, meski 9 kesalahan ini Tdk dilakukan, klo CH sdh milih dg cara tebak2an tanpa Ada feedback Kenapa design d rated ato eliminated, y gmn. Belum lagi dipertengahan brief CH berubah, apa kata dunia :p

    • @Designer: Terima kasih atas masukannya. Dari sisi kami sebelum menjalankan sebuah kontes pastinya kami selalu memastikan bahwa minimum spesifikasi untuk sebuah kreatif brief terpenuhi. Perlu diingatkan juga bahwa tidak semua CH paham apakah brand positioning, coloring, perfect kreatif brief dan lainnya. Karena untuk paham akan hal ini perlu waktu dan komitmen untuk mendalaminya dan saya yakin hampir semua desainer yang pernah meng-handle klien tahu tidaklah mudah untuk ‘mengajari’ klien untuk mengerti semua itu. Yang pasti edukasi selalu kami lakukan dan itu membutuh adaptasi dan pengertian semua pihak.

      Apabila brief CH berubah di tengah kontes, kami selalu pastikan hanya perubahan minor dan kami tambahkan slot untuk upload 🙂

  • Guest

    Kaus saya itu mah…haaa..saya yang hanya belajar otodidak yang penilainya cukup bagus atau sreg dihati konsumen haaaaa..ga tau apa penjelasannya hiii…tapi ini artikel mantap..jadi saya harus ada pertimbangan kayanya untuk membuat logo

    • @589223f4c0d0d78b41bcffbece6f39b3:disqus: Senang bahwa artikel ini dapat membantu Anda 🙂

  • Mengingatkan kembali untuk newbie seperti saya ini mas ryan, udah baca berkali kali sampai di bookmark dan ketemu lg disini, pertanda penying sekali 9 point diatas khususnya yg terakhir 🙂

    • @twitter-14583652:disqus: Salam kembali :). Betul sekali point terakhir itu critical sekali namun tentunya bukan hal mudah untuk dikuasai. Awalnya banyak desainer hanya memakai instinct.

  • Wisnu Wardhana

    kayanya saya harus masih banyak belajar……saya masih hanya mengandalkan pas dan sesuai konsumen tanpa tau arti..heeeeee

    Makasih

    • @wisnuwardhana:disqus: Sama-sama, senang artikel ini dapat membantu Anda 🙂

  • CH

    Untuk no.7 saya kurang setuju bila ditempatkan pada sebuah kontes… karena tujuan kontes adalh memiliki banyak pilihan

    • @99981a48eec7efbf3d0f85a7b609bde8:disqus: Dalam article ini sebenarnya sedang didiskusikan apabila menghadapi klien 1 on 1 🙂

  • sunardi

    good. thanks a lot

    • @f1fb5134f46ca8575d02e3d9d0625cc1:disqus: You are welcome 🙂

  • RULI RADEN ARYA ARDIANTO

    Tanpa perencanaan dan mengalir sesaui kanvas. kadang kadang masih melakukan hal tersebut untuk membuat Logo 🙂 🙂 🙂 ,…. dan saya sangat setuju untuk point 9

    • @google-4c68de6032a36b08b0860f0f3888e808:disqus: Betul Ruli. Intinya untuk mendapatkan hasil akhir yang sesuai harapan, perencanaan yang matang sangat diperlukan.

  • ane gan kesalahan no.9 gag tak kek.i presentasi

    • @facebook-100003565123198:disqus terima kasih sudah membaca artikel ini. memang perlu latihan untuk bisa mengatasi no 9. sukses selalu 🙂

  • infonya mantab min, poin no 7. karena cukup sering saya melakukannya

    • @facebook-1542943771:disqus thank you sudah membaca artikel ini. semoga bermanfaat 😀

  • Muhammad Rezeki

    nice info satu lagi tambahan buku nya Surianto Rustan

    • Good input @muhammadrezeki:disqus :). Mungkin kalau ada linknya bisa dishare?

  • sukarja

    Informasinya sangat berguna bagi kita semua. Salute…

  • sammy mamoto

    terima kasih sudah berbagi

  • Erick Azof ™

    Ryan Gondokusumo : Thank you mas Ryan, good point dan penting bgt untuk para desainer 🙂

    Sekedar sharing, saya setuju pembahasan ini untuk konteks 1 on 1 antara klien dengan desainer itu sendiri. Untuk saya sendiri, saya menerapkan point nomor 1, dalam memudahkan dan efisiensi waktu maka saya menggunakan formulir. Formulir ini menjadi guidance dalam memahami konsep dari klien (briefing).

    Kalaupun ketemu langsung dengan klien, yang penting bagi saya yaitu jadi good listener dulu, Setelah itu baru kita mengedukasi klien dengan ilmu yang kita miliki. Jangan sampai terjadi kesalahan seperti point nomor 6.

    Makasih.

    • @erickazof:disqus: Sama-sama. Good point about being a good listener. Ada pepatah bahwa klien adalah raja, kita dengarkan dahulu apa yang diinginkan klien dan baru tuangkan ide kita ke hasil karya bagi mereka. Sering kali klien akan request untuk mengubah hasil karya kita, dimana kita tidak bisa bilang tidak namun pada saat bersamaan jangan meng-iyakan semuanya. Karena ingat sekali lagi, klien bukan artist dan memiliki pengetahuan yang tidak sedalam kita sebagai desainer.

      Untuk nomor 6 bagi desainer baru, keterbatasan pengetahuan menjadi pemicunya. Ini dapat diminimalisasikan dengan banyak membaca, belajar dan meningkatkan pengalaman menghandle klien.

      • azmil hablillah

        @ryan Gondokusumo iya tuh mas saya masih belom paham dengan kesalahan yang point 6

  • @isyudono:disqus: Sama-sama mas 🙂

  • A26

    Mantap dah ilmu ny..!! Lanjut.. 😀

  • Mirza Ananta

    wahhh satu lagi ilmu yg bgus!
    makasih banget!

  • Agus Heryanto

    Terima Kasih Banyak… Sangat Membantu Saya yang bisa Desain dari belajar Otodidak… Maju Terus Sribu… Anda Menjadi salah satu Inspirasi Saya….

  • AgungMantab

    “kenali pesaingnya”, Intip & lacak dulu kompetitornya 😀 :D. ini dia nih, mantab. Terima Kasih banyak, bro Ryan Gondokusumo. Sangat bermanfaat. Salam Mantab. Maju Sribu.com

    • @agungmantab:disqus: Sama-sama, betul ibaratnya sama seperti perang…kenali medannya dahulu baru terjun 🙂

  • Ucok

    mungkin ini bisa jadi Bahan Pelajaran bagi pemula
    dulu saya aktif ikut kontes di (99desXXX) sebuah layanan mirip sribu

    pada awalnya desain saya mendapat bintang 5
    karena terlalu bernafsu, saya upload 40 variasi dari logo tadi.

    dan hasilnya adalah,tidak menang.

    • @Ucok: Personal experience yang menarik. Terima kasih telah berbagi mas Ucok. Desain yang disajikan harus yang tepat dan untuk itu harus dapat membaca pemikiran klien.

  • irfan

    pernah liat artikel ini di smashing magz.

  • ronggo

    terus mencoba…thanks

  • Anang Kriswanto

    maturnuwun mau ngeshare ilmunya

  • @indri: Terima kasih atas pujiannya, kami akan terus menulis artikel-artikel yang makin menarik ke depannya!

  • Inangdaunpiss

    Azeek banget artikelnya, harus belajar terus dan terus hehehe sip maz

  • lutfy_bahktiar

    ohya itu sudah tau semaunya karena sejak waktu Palatihan desain grafis belajar 2011 🙂

  • sakti

    saya baru belajar otodidak dan harus lebih banyak belajar lagi,membaca sribu.com menambah ilmu dan meningkatkan motivasi untuk terus belajar.

  • Dani

    Wah, point nomor 2.. aku banget. haha. berasa di tampar2 habis baca ini. Terima kasih infonya…bagus banget.

  • Putra Ade Irawan

    makasih ni tips bagus buat pemula sperti saya, saya tau aplikasi desainer beserta tool2 nya tapi sering buntu kalo udah di depan PC.

    • @putraadeirawan:disqus: Sama-sama, senang dapat membantu 🙂

  • Fadly

    Tany dong, bagaimana dengan Desain Instansi yang hanya memberikan klue sederhana, katakanlah Kampus, biasanya hanya memberikan beberapa petunjuk, seperti Visi dan Misi. Bagaimana ini?

  • hanlove

    ternyata membuat logo itu ada aturannya…sop design logo tersebut berguna sekali…terutama ane masih salah dlm membuat logo..pa lg kontes membuat logo sribu…have a nice day 😀

    • iyon tri

      ane juga nihh bos masih salah membuat logo Sribu …. masih harus berjuang lagi he hehe

  • iyon tri

    Ternyata membuat logo itu ga boleh asal-asalan ya, banyak bgt perhitungannya. Terlebih lagi logo Sribu …. terus semangat biar sampai lolos kualifikasi hehe he

  • Designer

    Filosofi logo Sribu sendiri itu apa sih?

    • Alfan

      ga dijawab 🙂

  • DLS-Tekno999

    terkadang CH gak ngeliat description orang yang ndesain dan itu menyebalkan -_-

  • Evan Setiawan Parusa

    Terima kasih artikelnya… Tapi bagaimana kita tahu permintaan klien jika berbentuk kompetisi?

  • PIKY

    TERNAYATA BANYAK JUGA YAG HARUS DIKUASAI.: )

  • makasih master 🙂

  • Ade Rizky Triprasojo

    Banyak sekali ya ternyata kesalahan – kesalahan yang sering dilakukan oleh sang desainer, perlu belajar lagi nih, makasih blog sribu…

  • Selphastar Kay

    Oo itu maksudnya pantesan gw bingung ndesainnya..knapa ga pake ‘e’ biar seribu… sribu ga bagus kedengarannya (kayak sri dan ibu)

    • SinkkinkPride TV

      logo nya juga ga bagus, font nya kayak ditarik2 ..kayak desainer baru belajar,,,hehe cuma kritik aja

  • Tara AR

    bagus nih, jadi lebih tau mana yg salah mana yg harus diperbaiki sebagai newbie

  • Yosua Dhinasty HootOwl’s

    Kalau Boleh tambah lagi… 😉 kesalahan desainer dalam membuat logo / design :
    Terlalu Berambisi Untuk Mengejar Hadiah / Uang… Sehingga briefing dan konsep dari klien tidak di pahami… sehingga jadinya buatnya asal-asalan aja 🙂

  • rusumusiami

    terimakasih penjelasannya, sebagai seorang newbie saya pernah melakukan beberapa kesalahan diatas. lagi coba2 ikut contes design untuk meningkatkan skill …
    semoga kedepan bisa lebih baik lagi ..
    jadi sering baca artikel di sribu … bermanfaat sekali .terimakasih 🙂

  • andrynov

    kesalahan? ini udah standar? atas dasar apa ini diambil sebagai standar? penelitian ini sebagai standar uda terbukti? berarti klo kita tidak menerapkan 9 kesalahan ini pasti menang?
    desain mah desain2 aja klo ada yang bilang salah itu perlu dipertanyakan….klo sudut pandangnya klien y udah lah yah? slera….harus 100 persen akurat? gak juga….bikin desain aja…klo gak menang y udah…yang uda mikir dan ngonsep belum tentu menang…klo harus berada dipemikiran orang lain juga capek…hanya ada 1 dari sribu desain yang akan dipertahankan terus menerus sebagai logo dan harganya paling berapa?klo jadi designer terkenal punya 1000 klien…kita harus jadi nyelam ke 1000 danau pikiran utk jadiin 1000 design? berani bayar berapa? padahal desainer terkenal itu punya ciri atau kekuatan di desainya sehingga orang lain tau itu desain siapa….aneh…menyarankan utk jadi orang lain dan melupakan diri sendiri….jago desain itu gak dengan tidur siang…cost yang dihabiskan terlalu gak sepadan dengan hadiah sebuah kontes desain…sebelum menang ada 100 kekalahan yang harus ditanggung….masih bilang kesalahan utk jadi diri sendiri? yang nanggung 100 kekalahan desain juga diri sendiri…heran, kq itu dibilang salah….anda cuma nyaranin…#cumasaran

    • SinkkinkPride TV

      yoiiii tepat
      sekali

    • Yhaya Arizal

      Setuju

  • Agung Indra Wijaya

    makasih kak, jadi tau. makin tambah ilmu

  • Fiki M Raranta

    I’m ready master

  • romi afrizal

    saya mau tanya apakah diskripsi di atas menunjang bagi CH dan apakah CH melihat Deskripsi Diatas kadang CH hanya melihat dari bentuk dan pewarnaan logonya saja. menurut pengalaman saya keputusan Seorang Desainer adalah Keputusan CH Bukan Keputusan Sesuai Konsep diatas….terima kasih

  • Amri Nurul

    Tanpa brief yang jelas apa bisa kita membuat konsep yang jelas juga ?

  • Uhuk

    “kesalahan? ini udah standar? atas dasar apa ini diambil sebagai standar? penelitian ini sebagai standar uda terbukti? berarti klo kita tidak menerapkan 9 kesalahan ini pasti menang?
    desain mah desain2 aja klo ada yang bilang salah itu perlu dipertanyakan….klo sudut pandangnya klien y udah lah yah? slera….harus 100 persen akurat? gak juga….bikin desain aja…klo gak menang y udah…yang uda mikir dan ngonsep belum tentu menang…klo harus berada dipemikiran orang lain juga capek…hanya ada 1 dari sribu desain yang akan dipertahankan terus menerus sebagai logo dan harganya paling berapa?klo jadi designer terkenal punya 1000 klien…kita harus jadi nyelam ke 1000 danau pikiran utk jadiin 1000 design? berani bayar berapa? padahal desainer terkenal itu punya ciri atau kekuatan di desainya sehingga orang lain tau itu desain siapa….aneh…menyarankan utk jadi orang lain dan melupakan diri sendiri….jago desain itu gak dengan tidur siang…cost yang dihabiskan terlalu gak sepadan dengan hadiah sebuah kontes desain…sebelum menang ada 100 kekalahan yang harus ditanggung….masih bilang kesalahan utk jadi diri sendiri? yang nanggung 100 kekalahan desain juga diri sendiri…heran, kq itu dibilang salah….anda cuma nyaranin…#cumasaran”

    Yang ini gak di bales…