freelancer

Saat ini banyak orang yang ingin memulai bisnis sampingan. Bisnis sampingan ini dapat menjadi hal yang menguntungkan tanpa perlu memakan waktu bekerja seharian penuh di kantor. Salah satu bisnis sampingan yang saat ini diminati adalah desainer. Menjadi desainer freelance (pekerja lepas) bisa dilakukan oleh mereka yang menguasai tekhnik olah desain, tidak harus mereka yang sudah bekerja sebagai profesional, tetapi pelajar pun bisa melakukannya. Tidak sedikit karyawan perusahaan yang bekerja di bidang desain justru memulai menjadi freelance. Berikut adalah tips-tips bagi para desainer untuk memulai usaha sampingan:

1. Perbanyak Pengalaman

Sebenarnya tidak sulit untuk menjadi freelance di bidang desain. Tidak perlu pendidikan formal (walaupun pendidikan juga akan membantu) dan tidak memerlukan sertifikat khusus dibidang tersebut. Selama Anda pernah bekerja di studio desain atau pekerjaan lain yang bergerak dibidang desain, pasti akan banyak pengalaman berarti yang dapat menambah kemampuan Anda menjadi pekerja lepas. Jadi, bagi yang baru memulai menjadi desainer, carilah pengalaman sebanyak-banyaknya. Pengalaman tidak harus didapat dengan menjadi karyawan dengan gaji tinggi, tetapi bisa saja dengan mengikuti proyek-proyek orang yang Anda kenal, atau masuklah pada sebuah organisasi non-profit yang membutuhkan bidang desain. Carilah peluang untuk mendapat pengalaman sebanyak-banyaknya sehingga di masa mendatang Anda mempunyai nilai lebih yang dapat Anda tawarkan pada klien.

2.  Sadari Adanya Kelemahan Menjadi Pekerja Lepas

Pastikan ada asuransi yang dapat menjamin. Kebanyakan orang yang memulai freelance tidak menyadari pentingnya asuransi ini. Asuransi bisnis dapat melindungi Anda jika suatu saat terjadi kesalahan atau kelalaian yang merugikan. Menjadi pekerja lepas memang tidak terikat waktu dan tidak ada atasan langsung yang membatasi kreatifitas. Tetapi sadarilah bahwa semua pekerjaan juga mempunyai resiko. Beberapa resiko menjadi freelance tersebut antara lain:

  • Keseimbangan

Bekerja di rumah memang terkesan lebih enak, namun akan lebih susah untuk memisahkan waktu bekerja dan waktu untuk diri Anda sendiri. Faktanya, bisnis sampingan seperti ini justru menghabiskan waktu lebih banyak daripada bekerja sebagai karyawan di kantor. Siapkan diri menghadapi kesulitan menyeimbangkan pekerjaan dan waktu untuk hidup Anda.

 

  • Tunjangan

Tunjangan menjadi salah satu alasan terbesar orang-orang memilih menjadi karyawan daripada usaha sampingan. Jika pasangan Anda bekerja, mungkin kita bisa memanfaatkan tunjangan yang mereka dapat. Tapi jika tidak, akan timbul biaya besar untuk menyiapkan itu semua. Manfaat lain yang didapat dari karyawan adalah adanya upah sekalipun mereka cuti, tentu ini tidak didapat oleh pekerja lepas jika mereka libur.

  • Gaji Menggiurkan

Sangat menyenangkan saat mengetahui Anda akan menerima gaji yang besar tiap bulan. Kebanyakan pekerja lepas tidak tahu apakah mereka akan menerima imbalan besar tiap bulan. Bulan ini bisa saja mendapatkan imbalan yang sangat besar, tetapi belum tentu bulan depan akan sama. Jadi persiapkan diri sebelum memulai terjun sepenuhnya di bisnis sampingan ini, karena adanya ketidak pastian pendapatan yang didapat.

3.  Mulailah Menjadi Pekerja Lepas Paruh Waktu

Karena segala ketidak pastian dari menjadi freelance yang sudah saya sebutkan tadi, ada baiknya untuk memulai bisnis sampingan ini dengan sistem paruh waktu, jadi Anda tetap bisa menjadi karyawan kantoran dan mendapat gaji tetap. Sehingga tidak perlu menghadapi tekanan berat. Manfaat lain adalah,  Anda bisa menginvestasikan pendapatan dari usaha sampingan untuk memulai bisnis lain. Jika menjadi pekerja lepas sepenuhnya, seluruh pendapatan bisa habis untuk biaya hidup.

time-management

4.  Atur Waktu

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, membagi waktu untuk bekerja dan istirahat adalah tantangan  terberat menjadi freelance atau bekerja di rumah. Karena itu buatlah jadwal yang sesuai. Atur waktu untuk bekerja, dan kapan waktu tepat untuk istirahat.Tetapkan jadwal bekerja untuk setiap hari ataupun tiap pekan.

5. Buat Ruang Kerja yang Nyaman

Jika Anda memutuskan untuk bekerja sebagai freelance sepenuhnya, maka bersiaplah menghabiskan waktu di ruang kerja setiap hari. Oleh karena itu, buat ruang kerja senyaman mungkin sehingga Anda dapat fokus dan bekerja tanpa gangguan. Idealnya, ruang kerja berada terpisah dari ruang untuk menghabiskan waktu dengan bersantai. Sehingga saat memang benar-benar tidak sedang bekerja, tempat tersebut dapat menjadi tempat melupakan sejenak pekerjaan yang menumpuk dan menyegarkan pikiran kembali.

6. Buat Daftar Agenda Pekerjaan

Daftar Pekerjaan, atau yang biasa disebut To-Do List dapat membantu menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sebelum deadline tiba. Dengan begitu tidak perlu membuang waktu untuk mengingat-ingat apa yang harus dikerjakan selanjutnya dan tidak ada waktu yang terbuang sia-sia. Selain itu, klien akan merasa puas dan Anda akan terhindar dari tekanan yang memang tidak seharusnya terjadi. Daftar tersebut bisa dibuat untuk daftar perhari ataupun  tiap pekan. Daftar seperti ini dapat dibuat sederhana di buku kecil ataupun “online To-Do List”.

7.  Pertimbangkan Menentukan Spesialisasi

Menentukan spesialisasi dapat memudahkan Anda menarik klien yang potensial sesuai keahlian dalam satu bidang tertentu, atau jenis pekerjaan tertentu. Terdapat pro kontra mengenai spesialisasi ini, tetapi tidak ada salahnya mempertimbangkan jika memang diperlukan. Terutama jika Anda memang mempunyai satu keahlian lebih pada jenis pekerjaan tertentu, sehingga akan memberi nilai lebih dari pekerjaan tersebut.

8. Pertimbangkan Membuat ‘Blog’

Ada banyak cara memasarkan usaha sampingan, dan salah satunya adalah dengan membuat blog. Buatlah semacam portofolio di Blog tersebut. Desainer umumnya tidak menggunakan Blog sebagai sarana memasarkan jasa mereka secara langsung, namun dengan menunjukkan hasil karya mereka, sehingga dapat membangun image dan menarik konsumen.

Blog akan sangat bermanfaat untuk desainer freelance. Tidak perlu melakukan ‘posting’ setiap hari, tetapi tidak masalah jika Anda membuat forum diskusi dan akan memperluas jaringan.

9. Fokuslah Belajar dan Mencari Pengalaman Dari Pada Mendapatkan Uang

Saat Anda memutuskan untuk bekerja sebagai desainer, baik freelance maupun sebagai karyawan di suatu perusahaan, lebih penting untuk mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya daripada mencari uang sebanyak mungkin. Tentu saja harus ada yang dikorbankan untuk mendapatkan itu semua, tetapi saat Anda memilih untuk memaksimalkan pendapatan, maka akan kehilangan peluang mendapatkan pengalaman yang berharga.

Jasa desainer saat ini memang banyak dibutuhkan. Carilah pengalaman sebanyak mungkin, dan mulailah bisnis sampingan sebagai desainer. Buatlah contoh-contoh desain logo perusahaan, dan tampilkan di website pribadi Anda, buatlah desain website menarik untuk dikunjungi. Atur waktu agar tidak terlalu tertekan dalam menjalankan usaha sampingan ini. Semoga tips-tips di atas dapat membantu para desainer yang ingin memulai bisnis sampingan menghadapi segala tantangan.


Dhiar

Lahir dan dibesarkan di kota gudeg, hingga saat ini menempuh semester akhir di sebuah perguruan tinggi negeri di kota yang sama. Salah satu hal yang bisa membuatnya relax adalah mendengarkan musik.