Working from home concept.

Menjalankan bisnis paruh waktu sebenarnya sama menariknya dengan menjalankan pekerjaan utama. Kegunaan waktu yang sedikit lebih dibatasi, memberikan kenyamanan dan tingkat fleksibilitas dalam pengelolaannya. Bisnis paruh waktu juga dapat menyumbang pemasukan finansial yang cukup menjanjikan, tentu jika kita dapat mengelolanya secara tepat dan cermat.

Meski bisnis paruh waktu memang cenderung memiliki tingkat resiko yang kecil jika dibandingkan dengan pekerjaan utama yang kita jalani, namun jika kita tidak hati-hati dalam menjalankannya, resiko kecil itu bukan tidak mungkin akan menjadi sesuatu yang akan merugikan kita di kemudian hari. Kali ini kita akan membahas tentang 5 tips menjalankan bisnis paruh waktu, sehingga menjadi bisnis yang profitable dan benar-benar memberi dampak positif  tanpa harus kehilangan makna “paruh waktu-nya”.

1. Pahami Pekerjaan Paruh Waktu Anda

Menjalankan bisnis paruh waktu berarti anda bekerja double di sela-sela waktu yang anda miliki selepas Anda mengerjakan pekerjaan utama Anda. Maka hal yang paling utama untuk dilakukan sebelum Anda memulai bekerja paruh waktu adalah memahami apa makna dari menerima pekerjaan paruh waktu. Apa definisi dari paruh waktu tersebut? Apakah itu berati Anda harus bekerja selama 12 jam dalam seminggu? 2 jam per hari? Atau hanya dikerjakan setiap akhir pekan saja? Kesalahan dalam memaknai ketersediaan waktu dapat menjadi bumerang bagi anda terutama jika anda berkecimpung dalam pekerjaan yang memberi batasan waktu misalnya ketika anda mendapat order untuk desain baju  sebuah event tertentu yang akan segera  diselenggarakan.

Anda juga harus memiliki rencana jangka panjang tentang usaha yang akan anda jalankan. Kesiapan anda dalam membuat planning usaha menggambarkan keseriusan anda dalam memulai usaha paruh waktu. Tanpa perencanaan yang jelas biasanya kita kurang menganggap bisnis paruh waktu ini sebagai usaha yang serius, meskipun sama-sama dapat mendatangkan income yang menjanjikan.

2. Dapatkan Dukungan Teman dan Keluarga

Membangun bisnis paruh waktu terkadang juga mendatangkan sensasi dan ketegangan tersendiri bagi keluarga kita. Dalam hal ini kita perlu memberi penjelasan yang memadai tentang pekerjaan paruh waktu yang kita jalani, karena bagaimanapun keluarga pasti sangat ingin tahu tentang apa yang sedang kita kerjakan. Menjelaskan apa yang kita kerjakan dapat mengurangi ketegangan dan kesalahpahaman tentang profesi kita, karena bukan tidak mungkin bisnis paruh waktu yang  kita jalani akan cukup menyita waktu dan perhatian kita sehingga mengurangi intensitas waktu kita terhadap keluarga. Dengan adanya dukungan teman dan keluarga mungkin juga dapat memberi bantuan kemudahan untuk pekerjaan kita.

3.Mengatur Waktu Secara Efisien

Waktu menjadi isu penting yang harus Anda sadari ketika memulai bisnis paruh waktu. Anda harus mulai mengatur waktu secara efisien jika ingin pekerjaan Anda berhasil, terutama jika pekerjaan utama Anda cukup menyita waktu. Putuskan, apakah Anda bisa mengerjakan pekerjaan anda hanya di sore hari sepulang kerja, atau di akhir pekan saja. Jika Anda punya pekerjaan utama, berarti Anda harus melepaskan pekerjaan paruh waktu anda pada jam-jam tertentu ketika anda sibuk pada pekerjaan utama anda. Misal ketika anda menjadi seorang desainer interior , Anda harus punya ketepatan waktu sesuai permintaan klien, karena mungkin berhubungan  dengan ketersediaan waktu klien untuk mendiskusikannya dengan Anda. Anda juga tidak boleh melupakan ketepatan penyelesaian waktu pekerjaan paruh waktu Anda, sehingga Anda akan memiliki tingkat kepuasan yang sama pada dua pekerjaan yang sedang Anda jalani.

4. Dapatkan Bimbingan

Permasalahan yang sering menghampiri para pelaku bisnis paruh waktu adalah tentang keseriusan dalam pengerjaan bisnisnya.Kadang kita secara gamblang mengatakan pada klien bahwa kita akan menyelesaikan pekerjaan tersebut dalam satu minggu, namun kadang di akhir waktu ternyata menjadi 13 hari. Hal ini dapat terjadi karena kelalaian kita dalam memanajemen waktu maupun karena pekerjaan utama kita yang sangat menyita waktu, sehingga bisnis paruh waktu kita jadi terbengkalai.

Untuk mengantisipasi hal ini, ada baiknya kita ditemani oleh seseorang yang bisa memberi kita bimbingan dan dapat membantu pekerjaan paruh waktu kita. Jangan takut Anda menjadi tidak bebas jika Anda memiliki seorang partner atau pembimbing dalam mengerjakan bisnis paruh waktu Anda. Pikirkan bahwa Anda akan memiliki  sedikit kelonggaran waktu dan teman untuk berbagi setiap permasalahan dalam menjalankan bisnis Anda. Ingat! Kadang berfikir dengan dua kepala jauh lebih efisien daripada mengerjakan semuanya sendiri.

5. Berdamai dengan Kegagalan Anda.

seseorang yang ingin memulai bisnis apapun, bahkan bisnis paruh waktu, harus bersedia untuk berdamai dengan kegagalan dan menerima hal tersebut untuk menjadikannya termotivasi mengelola bisnis paruh waktunya secara lebih baik lagi.

Seperti yang pernah diucapkan Thomas Alva Edison ketika dia menciptakan bohlam lampu bahwa, “Saya telah mengetahui 1.000 cara untuk membuat bohlam lampu tidak bekerja dan hanya 1 cara  untuk membuatnya bekerja”. Artinya ketika kita telah gagal mengelola sebuah bisnis paruh waktu, kita tidak boleh semudah itu menyerah, dan akhirnya menjadikannya sebagai mimpi yang terkubur saja. Tapi kita harus berani menggali ide yang lebih kreatif dan lebih potensial untuk mengembangkan bisnis tersebut ke depannya.

Menjalankan bisnis paruh waktu tentu adalah sebuah tantangan yang layak dicoba. Karena siapa tahu dari bisnis paruh waktu yang Anda kerjakan, Anda bisa menjadikannya sebuah pekerjaan utama yang sangat menjanjikan. Selamat mencoba!


Ryan Gondokusumo

Ryan adalah founder dari Sribulancer, platform untuk mencari freelancer berkualitas dengan cepat dan tepat dan founder Sribu, platform jasa desain grafis online yang telah membantu lebih dari 2.000+ pelanggan. Spesialis UI dan UX design, team building, pengembangan produk, strategic marketing, digital marketing. Anda dapat ngobrol dengan Ryan di twitter via @redjohn_G